Sabtu, 12 Agustus 2017

Mengonsumsi Garam Secara Berlebihan Picu Berbagai Penyakit Berbahaya

Makanan Asin Tingkatkan Risiko Penyebab Serangan Jantung

Mengonsumsi garam secara berlebihan menjadi penyebab 2 ,3 juta maut jawaban serangan jantung , stroke dan penyakit lain yang berafiliasi dengan jantung , sepanjang tahun 2010. Kelebihan garam itu menempati 15 persen dari seluruh maut jawaban sejumlah penyakit tersebut , demikian terungkap dalam temu ilmiah Asosiasi Jantung Amerika , Jumat.


Para peneliti memeriksa 247 survei terhadap asupan garam orang cukup umur dari banyak sekali tingkat usia , jenis kelamin dan daerah antara 1990 sampai 2010 yang merupakan adegan dari studi internasional yang melibatkan 303 lembaga dari 50 negara.


Selanjutnya para peneliti menentukan bagaimana asupan sodium itu kuat pada risiko penyakit jantung , dengan melaksanakan uji meta-analisa terhadap 107 orang secara acak , untuk mencari dampak sodium pada tekanan darah yang kuat pada penyakit jantung. Penyakit jantung yang dimaksud ialah semua yang berafiliasi dengan pembuluh darah termasuk stroke.


Menurut perkiraan peneliti , konsumsi sodium berlebihan mensugesti 2 ,3 juta maut terkait penyakit jantung di seluruh dunia pada tahun 2010. Hampir satu juta maut itu--40 persen dari seluruh maut jawaban penyakit jantung--terjadi pada orang berusia sekitar 69 atau lebih muda.


Sebanyak 60 persen maut menimpa pasien laki-laki dan 40 persen wanita. Serangan jantung mengakibatkan 42 persen maut , stroke mengakibatkan 41 persen , sisanya disebabkan oleh gangguan jantung yang lain. Disebutkan bahwa 84 persen maut jawaban konsumsi sodium berlebihan terjadi di negara dengan pendapatan rendah atau menengah ketimbang negara berpendapatan tinggi.


"Langkah-langkah kesehatan nasional ibarat kegiatan pengurangan konsumsi garam , diperkirakan dapat menyelamatkan jutaan jiwa ," ujar Dariush Mozaffarian , kepala peneliti dari Kesehatan Masyarakat Universitas Harvard.


Asosiasi Jantung Amerika merekomendasikan konsumsi garam secara terbatas yaitu tidak lebih dari 1.500 mg/hari.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar